Kamis, 20 Agustus 2015

Bisa Karena Biasa, Karena Pembiasaan


IPMAKA - Suatu hari sang panglima asal Tiongkok hendak memamerkan keahlian memanahnya kepada seluruh rakyat. Setiap anak panah yang ia lesatkan dari busur nya selalu tepat mengenai sasaran yang ia kehendaki. Seluruh rakyat yang melihat aksi sang panglima tersebut berdecak kagum atas keahlian memanah yang dimiliki sang panglima.

Sang panglima pun kontan berkata kepada seluruh rakyat yang menonton,"Bagaimana dengan aksi yang telah kalian lihat tadi, Hebat bukan?" "Apakah sekarang kalian semua mengakui betapa diriku pandai dan ahli dalam memanah?"

Semua penonton dengan nada yang serempak berkata pada sang panglima,"Sungguh sang panglima sangat hebat dan ahli dalam memanah". Sorak sorai seluruh rakyat pun berdecak memuji sang panglima.

Tapi, pada saat seluruh rakyat bersorak sorai mengakui dan memuji kehebatan sang panglima, tiba-tiba terdengar celetukan seorang tua dari kerumunan rakyat yang menonton, dan berkata."Maaf beribu-ribu maaf, apa yang dilakukan paduka hanyalah kebiasaan yang telah paduka lakukan dalam jangka waktu yang lama sehingga paduka sekarang lihai dalam memainkan nya".

Sontak sang panglima mendengar kata-kata dari sang tua, kaget bukan main, dan sang panglima balik bertanya,"Mengapa anda berkata seperti itu, apa maksudnya?"

Akhirnya, sang tua pun mengambil koin yang tengahnya telah diberi lubang sebesar jarum dan diletakan nya di atas lubang botol yang kosong. Sang tua pun rupanya ingin memamerkan keahlian nya memasukkan minyak ke dalam botol tersebut lewat lubang kecil pada koin tanpa ada yang tumpah sedikitpun.

Sontak seluruh rakyat yang menonton berdecak kagum atas apa yang telah dilakukan sang tua. Sang tua pun berkata,"Apakah paduka dan seluruh rakyat yang hadir di sini ada yang bisa melakukan apa yang telah saya lakukan tadi?" Semuanya hanya terdiam dan tertunduk serta menggelengkan kepala tanda tidak bisa.

Sang tua pun melanjutkan berkata,"Apa yang sudah saya lakukan tadi adalah kebiasaan yang saya lakukan cukup lama sehingga tak heran saya bisa dengan mudah memasukkan minyak tanpa ada yang tumpah sedikitpun walau hanya lewat lubang kecil yang ada di tengah koin.

Seandainya, saya disuruh untuk memanah sesuai dengan yang paduka telah lakukan, mungkin saya tidak akan bisa. kalaupun bisa mungkin hasilnya tidaklah sebaik yang paduka telah lakukan. Begitu pun paduka dan seluruh rakyat yang hadir di sini.

Seandainya harus melakukan apa yang sudah saya lakukan tadi, mungkin akan sangat sulit. Alih-alih minyak masuk ke dalam botol yang ada malah seluruh minyak akan tumpah jatuh ke tanah."

Mendengar penuturan sang tua, sang panglima dan seluruh rakyat yang hadir mulai paham maksud sang tua tadi.

Hikmah:
Sebenarnya setiap orang pasti bisa meraih sukses sesuai dengan yang diinginkannya. Jangan dengan mudah mengatakan kita tidak bisa melakukannya karena jika kita mau dan terus mau berlatih pasti kita akan bisa melakukannya. Semakin sering kita melakukan apa yang kita inginkan maka akan semakin ahli kita di bidang tersebut.

Kebanyakan dari kita menyerah duluan. Bahkan, kalaupun mencoba begitu menemui kegagalan ia langsung berhenti.

Padahal, jika kita gagal sebenarnya selalu ada kesempatan untuk bangkit, bangkit dan terus bangkit sampai apa yang kita inginkan benar-benar tercapai.

INGAT,"Kesuksesan itu 1% ditentukan oleh BAKAT dan 99% ditentukan oleh keinginan dan mau memperjuangkan nya".

Salam Sukses buat semuanya semoga bermanfaat,
Ahmad Sujana
Alumni SMAN 11 Garut Angkatan 2004

CP: 085720061211

Posting Komentar