IPMAKA - Suatu
hari sang panglima asal Tiongkok hendak memamerkan keahlian memanahnya kepada
seluruh rakyat. Setiap anak panah yang ia lesatkan dari busur nya selalu tepat
mengenai sasaran yang ia kehendaki. Seluruh rakyat yang melihat aksi sang
panglima tersebut berdecak kagum atas keahlian memanah yang dimiliki sang
panglima.
Sang panglima pun
kontan berkata kepada seluruh rakyat yang menonton,"Bagaimana dengan aksi
yang telah kalian lihat tadi, Hebat bukan?" "Apakah sekarang kalian
semua mengakui betapa diriku pandai dan ahli dalam memanah?"
Semua penonton
dengan nada yang serempak berkata pada sang panglima,"Sungguh sang
panglima sangat hebat dan ahli dalam memanah". Sorak sorai seluruh rakyat
pun berdecak memuji sang panglima.
Tapi, pada
saat seluruh rakyat bersorak sorai mengakui dan memuji kehebatan sang panglima,
tiba-tiba terdengar celetukan seorang tua dari kerumunan rakyat yang menonton,
dan berkata."Maaf beribu-ribu maaf, apa yang dilakukan paduka hanyalah
kebiasaan yang telah paduka lakukan dalam jangka waktu yang lama sehingga
paduka sekarang lihai dalam memainkan nya".
Sontak sang
panglima mendengar kata-kata dari sang tua, kaget bukan main, dan sang panglima
balik bertanya,"Mengapa anda berkata seperti itu, apa maksudnya?"
Akhirnya, sang
tua pun mengambil koin yang tengahnya telah diberi lubang sebesar jarum dan
diletakan nya di atas lubang botol yang kosong. Sang tua pun rupanya ingin
memamerkan keahlian nya memasukkan minyak ke dalam botol tersebut lewat lubang
kecil pada koin tanpa ada yang tumpah sedikitpun.
Sontak seluruh
rakyat yang menonton berdecak kagum atas apa yang telah dilakukan sang tua.
Sang tua pun berkata,"Apakah paduka dan seluruh rakyat yang hadir di sini
ada yang bisa melakukan apa yang telah saya lakukan tadi?" Semuanya hanya
terdiam dan tertunduk serta menggelengkan kepala tanda tidak bisa.
Sang tua pun melanjutkan
berkata,"Apa yang sudah saya lakukan tadi adalah kebiasaan yang saya
lakukan cukup lama sehingga tak heran saya bisa dengan mudah memasukkan minyak
tanpa ada yang tumpah sedikitpun walau hanya lewat lubang kecil yang ada di
tengah koin.
Seandainya,
saya disuruh untuk memanah sesuai dengan yang paduka telah lakukan, mungkin
saya tidak akan bisa. kalaupun bisa mungkin hasilnya tidaklah sebaik yang
paduka telah lakukan. Begitu pun paduka dan seluruh rakyat yang hadir di sini.
Seandainya
harus melakukan apa yang sudah saya lakukan tadi, mungkin akan sangat sulit.
Alih-alih minyak masuk ke dalam botol yang ada malah seluruh minyak akan tumpah
jatuh ke tanah."
Mendengar
penuturan sang tua, sang panglima dan seluruh rakyat yang hadir mulai paham
maksud sang tua tadi.
Hikmah:
Sebenarnya
setiap orang pasti bisa meraih sukses sesuai dengan yang diinginkannya. Jangan
dengan mudah mengatakan kita tidak bisa melakukannya karena jika kita mau dan
terus mau berlatih pasti kita akan bisa melakukannya. Semakin sering kita
melakukan apa yang kita inginkan maka akan semakin ahli kita di bidang
tersebut.
Kebanyakan
dari kita menyerah duluan. Bahkan, kalaupun mencoba begitu menemui kegagalan ia
langsung berhenti.
Padahal, jika
kita gagal sebenarnya selalu ada kesempatan untuk bangkit, bangkit dan terus
bangkit sampai apa yang kita inginkan benar-benar tercapai.
INGAT,"Kesuksesan
itu 1% ditentukan oleh BAKAT dan 99% ditentukan oleh keinginan dan mau
memperjuangkan nya".
Salam Sukses
buat semuanya semoga bermanfaat,
Ahmad Sujana
Alumni SMAN 11
Garut Angkatan 2004
CP:
085720061211
Posting Komentar