BREAKING NEWS

Seputar IPMAKA

Kolom Alumni

Motivasi

Mutiara Ilmu

Khazanah

Event more news

Latest Updates

Selasa, 08 Maret 2016

Minal Bait Ilal Bait edisi AKHWAT

Bismillah..
             Minal bait ilal bait adalah sebuah penamaan program IPMAKA angkatan 2015-2016 untuk acara silaturahim. Minal bait ilal bait yang mempunyai arti “Dari rumah ke rumah” ini diusungkan agar lebih ada ketertarikan para anggota IPMAKA untuk bersedia dikunjungi.
            Tepatnya di hari cerah nan syahdu (cieeelah) yakni tanggal 31 Januari diadakan sebuah acara silaturahmi yang diprakarsai oleh Koordinator Kekeluargaan akhwat IPMAKA SMAN 11 GARUT. Semua yang hadir direncanakan akhwat, dan memang akhwat.
Mengapa hanya akhwat ?
Begini ceritanya...
            Ketika akhwat berkumpul ceritanya lagi makan-makan seusai lelah, letih, lesu, lemas, lunglai dan serba ‘L’ lainnya setelah mengadakan acara maulid sebagai panitia,  akhwat berbincang-bincang (khusnudzon akhwat IPMAKA mah jarang ghibah). Perbincangan itu membuahkan hasil sebuah rencana “Silaturahim”.
Hadist dulu deh :
“Bertaqwalah kalian kepada Allah, dan sambunglah silaturahim diantara kalian”
(Al Hadist).
            Nah itulah, untuk memperat ukhuwah maka dilakukan silaturahim itu. Agar kami saling mengenal, lebih tahu, dan tentunya makin sayang dan cinta terhadap orang lain khususnya teman organisasi. Acara yang dibuat khusus akhwat dikarenakan saat itu akhwat ingin lebih akrab bingit tuh dengan akhwat lainnya, dan tanpa ikhwan. Kenapa hanya akhwat ? Karena jika ada ikhwan keakraban diantara akhwat akan malu-malu tuh. Nggak free istilahnya. Tapi tenang deh free disini bukan maksudnya ala liberalisme gitu. Tapi, kebebasan dalam arti  curhat, berkreasi, dan bercengkrama. Yang saya tahu kalau ada ikhwan mereka sulit untuk mengemukakan gagasan  serta kreasi mereka karena “Malu” yap “malu kan sebagian dari iman”. Maka kami gagaskan hanya akhwat saja dengan sangat-sangat didukung oleh sang ikhwan.. J
Acaranya apa ajah tuh ?
Jawabannya : “Buanyaaakk... Rame, seru meriah”
Lah kok meriah sih.. emangnya ngadain pesta ? kan ceritanya silaturahim.
Jawabannya : “Hhe, nggak kok nggak ngadain pesta. Cuman sembari silaturahim itu kami mengadakan game juga untuk memperat kekompakan sang akhwat. Yang berkontribusi besar membuat game adalah koordinator kekelurgaan. Biar nggak hambar cenah plus biar ada kenangannya gituu yah.”
Gamenya apa ajah tuh ?
Jawabannya : “hhe sabar. Sebelum nyeritain game kita ulas tuntas cerita tentang acaranya”
Jadi begini sahabat IPMAKA dan sahabat jannah J
            Acara kami mulai pukul 10.00 WIB. Acaranya sih direncanakan jam 08.00 WIB tapi, yah begitu deh di Indonesia ada istilah ‘Jam karet’ jadi diundurlah  selama dua jam. Sebelum acara dimulai,  kami  melakukan do’a bersama untuk kelancaran acara dengan dibuka oleh lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh salah satu tim Koordinator Kekeluargaan. Lalu, setelah itu dilanjut dengan ngopi-ngopi terlebih dahulu karena acara ini akan lumayan menguras tenaga. Nah selanjutnya akhwat dibagi kelompok untuk bermain game. Oh iya yang hadir dalam acara tersebut sekitar 19 orang termasuk tuan rumah. Yang menjadi panitia hanya koordinator kekeluargaan yakni 4 orang. sisanya yang l5 orang dibagi-bagi menjadi 3 orang – 3 orang.
            Setelah dibagi kelompok, mereka pun bersiap untuk tempur dan langsung saja dibawa kebelakang rumah. Sebelum tempur, tak lupa agar makin keren, para akhwat di masker dengan lumpur dari sawah yang lumayan bau sih ( jail juga yah). Lalu apalagi ? Nah setelah itu per kelompok dibagi satu kresek. Gunananya apa ? gunanya yakni untuk menangkap haremis (Sejenis kerang yang hidup di sungai). Akhwat digiring untuk melewati sawah yang becek nggak ada ojek. Ceritanya sampai di sungai kecil, dan mulailah sang akhwat nyebur mencari haremis yang tersembunyi dibalik air. Waktu untuk mengumpulkan haremis kurang lebih 1 menit.
            Masih dalam keaadaan semangat kami lanjutkan game dengan balap sarung di sawah. Sarung diisi oleh 3 orang untuk berlari ke garis finish yang telah ditentukan. Alhasil akhwat menjadi kotor tak karuan. Wajah yang tadinya cantik merona kini tinggal lumpur dimana-mana. Hadeh kasian plus lucu pisan weh pokokna mah.
            Dan dilanjut game berikutnya melewati tali-tali yang telah terpasang. Akhwat harus merangkak di bawah tali-tali yang sempit plus diguyur air sawah ketika merangkak. Ketika sampai di garis finish akhwat lagi-lagi dikerjai dengan harusnya mereka mencari uang logam dengan mulut di tepung terigu. Alhasil wajah mereka semakin luar biasa cantiknya. Dalam keadaan seperti itu, untuk menyimpan memori indah maka akhwat diwajibkan ber-foto ria setelah wajahnya cemong tak karuan.
            Masih tentang game.. Telah disediakan 5 pancingan di sekitar kolam ikan. Akhwat pun berlomba-lomba mancing mania. Tapi, nggak dapet-dapet ikannya. Duh dasar nggak sabaran.. Akhwat pun berinisiatif untuk terjun ke kolam ikan untuk menangkap ikan selakaligus berenang. Dan hasilnya luar biasa kami akhwat panen ikan. Berkat beberapa  akhwat. Nyatanya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menangkap ikan dengan cepat (kursus dimana yah?). Saat itu kurang lebih kami menangkap 12 ikan dengan ukuran besar, sedang dan kecil. Tapi kami memberikan ultimatum bahwa yang kecil harus dilepas kembali.
            Kami lelah, lapar... kami pun berinisiatif untuk liliwetan. Nah, setelah seru-seruan di kolam ikan para akhwat langsung membersihkan badan dan setelah itu memasak bersama sambil ngobrol ringan dan curhat bersama. Tak lupa para akhwat mengolah ikan hasil keringat sendiri. O..iyah, olahan yang kami masak adalah masakan sunda pisan. Mantep pokokna mah. Ma’lum kami calon ibu rumah tangga ya harus bisa masak dong :D
            Setelah masak itu kami bercerita seperti mentoring begitu terlebih dahulu, berfoto dahulu. Dan sergap dalam sekejap kurang dari 5 menit makanan pun habis. Masya Allah, akhwat mungkin kelelahan yah jadi makannya  banyak bingit. Ma’lumlah tenaganya dikuras habis. Semuanya habis tak tersisa.
Alhasil endingnya, cerita akhwat ini diakhiri dengan gelak tawa dan suka cita..
Sepintas mirip acara kepramukan kegiatannya :D
Apapun bentuknya, yang terpenting adalah ‘UKHUWAH’
Oh iya acara akhwat ini diadakan di Jln. Kamojang, Kp. Sanding, Ds, Sukarasa, Kec Samarang, Kab. Garut J


Note :
Inilah ukhuwah kita. Tak sekedar sahabat, IPMAKA adalah sebuah keluarga.
Dimana didalam sebuah keluarga tak boleh ada yang diasingkan.
Apalagi ini tentang mesjid, tentang ukhuwah di rumah Allah. Penulis yakin disana hanya orang-orang terpilih yang hatinya dituntun oleh Allah untuk datang menggenggam panji-panji islam. Ingin menjadi baik itulah  kebanyakan alasannya..
Hamasah ! Teruslah berjuang !
Coming soon “Minal Bait Ilal Bait 2” J



Persiapan Tempur
Istirahat
Mulai basah-basahan
Haremis
Bermain lumpur
Permainan ala kepramukaan

Senin, 22 Februari 2016

MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG BERMARTABAT



Pengurus inti forisga setelah pengukuhan oleh Kepala Kantor Kementrian Agama nampak dari kiri ke kanan Usep (Ketua) ,Febry (Wakil Ketua) ,FIkri (Sekretaris) dan Kusbani (Bendahara)

                Puji syukur kehadirat Allah swt. yang telah memberikan rahmat dan karunianya. Pada hari  senin 22 Februari 2016 tepatnya di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Garut, seluruh Rohis di Kabupaten Garut dalam sebuah Organisasi yang bernama Forum Rohis Garut (FORISGA). Setelah 2 tahun lamanya kita semua menantikan pelantikan sekaligus pengukuhan Forum Rohis Garut sebagai Organisasi yang bisa mempersatukan seluruh Rohis di Kabupaten Garut khusunya yang berada di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Bapak Usep Syaifudin (Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Garut) sedang memberikan sambutan

                Dalam acara ini dihadiri 50 sekolah baik itu dari SMA maupun MA, juga hadir Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Garut Bapak Usep Syaifudin beserta jajarannya. Juga hadir beberapa Alumni Forisga. Pelantikan ini bisa berhasil selain dukungan dari pihak Kementrian Agama juga karena dari Alumni Forisga serta Pembina kami dari Iqra Klub yang biasa kami sapa dengan sebutan Kang Adi. Beliau bersama rekan – rekannya di Iqra Klub yang sangat berjasa dalam pembentukan Forisga ini.

Anggota FORISGA periode 2016-2017 dari SMAN 11 Garut berfoto bersama Katua dan Wakil Ketua FORISGA

                Pada awalnya sebelum dibentuk FORISGA, seluruh Rohis dikumpulkan dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh FORNUSA ( Forum Rohis Nusantara ) di Cibubur. Pada waktu itu yang menjadi perwakilan dari SMAN 11 Garut adalah Muhammad Alfatih atau yang biasa kami panggil Kang Fatih. Beliau pada saat itu sedang menjabat sebagai Wakil Ketua di IPMAKA periode 2014-2015.
                Hasil dari pertemuan tersebut adalah setiap daerah yang belum mempunyai wadah yang mengumpulkan beberapa rohis di walayahnya untuk segera dibentuk. Tindak lanjut dari hasil Fornusa tersebut diadakanlah Silatda (Silaturahmi Daerah) yang bertempat di SMKN 12 Garut. Dan dari hasil pertemuan tersebut lahirlah Forum Rohis garut dengan Ketua Pertamanya Kang Iman dari SMAN 1 Garut (Sekarang kuliah di Universitas Gajah Mada jurusan Sastra Arab). Dan setelah kepengurusannya berakhir beliau digantikan oleh ketua baru yaitu Kang Amir Fathin dari SMAN 15 Garut.
                Pada masa kepengurusan Kang Amir ada salah satu program kerja yang telah dilaksanakan menurut saya sangat berpengaruh pada  generasi muda saat ini khususnya di kabupaten garut. Ramadhan kemarin semua rohis di Kabupaten Garut mengikuti Jambore Pelajar Garut yang diadakan oleh Iqro Klub bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut. Selama 3 hari 2 malam kami diberi banyak bekal mengenai manejemen rohis terutama mengenai masalah – masalah yang terjadi di lingkungan Kabupaten Garut. Hasil dari pertemuan tersebut kita harus mengadakan sebuah acara “ Gerakan Selamatkan Tunas Bangsa “ tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk mewujudkan peran FORISGA dalam melaksanakan Gerakan Moral di kabupaten Garut. Ketua Pelaksana dari kegiatan ini adalah Kang mantris Sri Sumantri dari SMAN 11 Garut.
                Beliau bersama rekan - rekannya di FORISGA berusaha untuk mewujudkan acara “Gerakan Selamatkan Tunas Bangsa” ini menjadi acara yang sangat besar dan bisa memberikan dampak bagi generasi muda di Kabupaten Garut. Dan akhirya alhamdulillah pada bulan Oktober kemarin acara ini terselenggara. Dan lebih dari 300 siswa telah mendeklarasikannya sebagai relawan Gerakan Selamatkan Tunas bangsa.

Anggota FORISGA periode 2015-2016 pada acara Gerakan Selamatkan Tunas Bangsa
nampak dari depan Yahya, Amir Fathin (Ketua Umum), Mantris (Ketua Pelaksana GSTB) dan Kang Adi (Pembina FORISGA)  

                Setelah mencapai kesuksesannya, libur semester kemarin tepatnya satu hari setelah diadakannya program kerja rihlah di IPMAKA dilaksanakan Laporan Pertanggung Jawaban FORISGA periode 2015-2016 di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Garut. Dan setelah LPJ FORISGA selesai, pemilihan Ketua baru menggantikan Kang Amir Fathin. Dan terpilihlah kang Usep Tahmid Abdulloh dari SMAN 19 Garut dengan Wakilnya Kang Febry Rudiantara dari SMAN 13 Garut.
                Di awal masa kepemimpinan Kang Usep, beliau memfokuskan pada Pelantikan FORISGA serta silaturahmi antar sekolah guna untuk mengkaderisasi anggota baru juga untuk membentuk sekolah – sekolah yang masih belum ada organisasi Rohis. Dan di masa kepemimpinannya kini beliau ingin menciptakan Garut yang bebas dari Problematika remaja. Beliau ingin mempersatukan seluruh Rohis di Kabupaten Garut untuk bersama – sama mencipatakan Garut yang tentram serta menciptakan tunas – tunas unggul yang akan menjadi bakal calon pemimpin pemimpin bangsa dengan merealisasikan Sekolah Kepemimpinan. 
                

Sabtu, 30 Januari 2016

Maulid Nabi Muhammad Saw. 1437 H "Akhlakul Karimah Rasululloh Pedoman Hidup Sepanjang Zaman"

                                         K. Asep Nurdjaman sedang menyampaikan cemahnya

Alhamdulillah pada hari jum’at 15 januari 2015 IPMAKA berhasil menyelenggarakan satu program kerja yaitu PHBI (Perayaan Hari Besar Islam) daalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. tahun 1437 H. Kami selaku panitia banyak  mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengizinkan untuk penyelenggaraan acara ini, juga kepada rekan – rekan dari DPK dan OSIS SMAN 11 Garut yang telah membantu dalam menyukseskan acara ini. Semoga Alloh swt. membalas semua kebaikkan yang telah kalian berikan dengan pahala yang beripat ganda.
    Begitu banyak rintangan dan tantangan yang mesti kita hadapi, baik sebelum pelaksanaan maupun pada saat terselenggaranya acara Maulid nabi ini. Namun hal ini tidak mematahkan semangat kami untuk terus memberikan yang terbaik untuk terselenggaranya acara ini. Ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi pelajaran bagi kami untuk pacuan dalam melaksanakan Program Kerja selanjutnya.
    Pada Maulid Nabi tahun ini kita mengangkat tema “Akhlakul Karimah Rasululloh Pedoman Hidup Sepanjang Zaman”. Tujuan kami dalam menyelenggarakan acara ini tidak lain dalam rangka untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah juga menjadikan pribadi Rasululloh sebagai pedoman bagi umat manusia khususnya bagi warga SMAN 11 Garut. Sebagaimana Alloh berfirman :
“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasululloh itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menebut Alloh (QS Al – Ahzab ; 21).”
Jadi sudah jelas dan pasti sebagai seorang muslim kita seharusnya menjadikan pribadi Nabi Muhammad Saw. sebagai teladan bagi kita khususnya para pemimpin di negeri ini.
    Acara Maulid Nabi pada tahun ini adalah Tabligh Akbar dengan Pemateri  Kyai Asep Nurdjaman beliau dulunya adalah rekan dari pembina kami sekaligus sebagai alumni SPG pada waktu itu. Hanya saja setelah lulus dari SPG beliau terus belajar di pesantren hingga memiliki Pondok pesantren yang ia kelola sendiri, sedangkan pembina kami  terus melanjutkan sekolahnya ke IKIP (sekarang menjadi UPI). Dan dalam acara ini mereka berdua dipertemukan kembali oleh Alloh swt. Sungguh persahabatan yang begitu sangat menyentuh hati bagi para pembaca (No Lebay) :’(. Semoga persahabatan antara pembina kita dengan Kyai Asep Nurdjaman ini bisa menjadi pelajaran bagi kita khusunya teman – teman IPMAKA untuk saling menjaga tali silaturahmii baik antar anggota maupun dengan Alumni IPMAKA agar tetap terjaga.
    Dan pada kesempatan ini pula Ketua Umum IPMAKA periode 2016 – 2017 yaitu Ivan Fathur Rahman memegang kepanitiaan sebagai Ketua Pelaksana untuk yang pertama kalinya, didampingi oleh Syahid Akmal selaku Wakil Ketua Pelaksana dalam struktur kepanitiaan Maulid Nabi ini. Dan pada kesempatan ini pula untuk pertama kalinya Muhammad Abizar Permana selaku Ketua OSIS SMAN 11 Garut periode 2016 – 2017 yang didelegasikan oleh IPMAKA, memberikan sambutan pertamanya sebagai Ketua OSIS. Hal ini menjadi pemandangan baru bagi SMAN 11 Garut dimana Ketua OSIS tahun ini berasal dari IPMAKA setelah 5 tahun dikuasai oleh perwakilan dari Organisasi tetangga kita. Semoga beliau bisa memberikan warna dalam dunia Organisasi Sekolah dengan IPMAKA sebagai dasar Organisasinya.
    DI samping acara ini Sekolah sedang mengadakan Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah Baru SMAN 11 Garut yaitu Bapak Uje Darmadi menggantikan Kepala Sekolah yang lama Bapak Sehendi Mardani, setelah 5 tahun beliau menjabat di SMA yang kami banggakan ini. Bapak Uje Mardani ini dulunya pernah mengajar di SPG yang sekarang menjadi SMAN 11 Garut sebagai Guru Matematika, bahkan beliau juga pernah menjadi Wali Kelas Pembina kami sewaktu beliau mengajar di SPG. Ternyata tahun ini Alloh telah begitu banyak memberikan begitu banyak kejutan untuk IPMAKA. Alhamdulillah......
    Acara ini berakhir sekitar pukul 10.00 WIB ditutup dengan hiburan dari G11 Project dan Maulid Band, serta Dorprize yang dibagikan kepada beberapa orang pilihan yang telah menjawab pertanyaan yang diberikan oleh moderator. Hari Sabtunya Sekolah diliburkan karena seluruh guru SMAN 11 Garut harus mengantar salah satu Guru yang menjadi Kepala Sekolah di SMAN 24 Garut di Cicaringin yaitu Bapak Kustan Santana. Selamat dan Sukses Pak.........
    Meskipun acara ini begitu sederhana dan banyak sekali kekurangan kami tetap bersyukur karena kami telah berhasil menyelenggarakan acara ini dengan sebaik – baiknya. Semoga acara Maulid Nabi yang akan diselenggarakan oleh angkatan selanjutnya dapat menjadi lebih baik dari tahun sekarang.

Momen - momen selama Acara

                      Pak Enang Tatang ( Pembina IPMAKA ) sedang menyampaikan sambutannya.
        Ivan Fathur Rahman ( Ketua Pelaksana Maulid Nabi 1437 H ) sedang menyempaikan sambutannya
                         M. Abizar Permana ( Ketua OSIS ) sedang menyampaikan sambutannya
                      Rifki FZ bersama personil 11 Project menyempatkan berfoto sebelum tampil
          Suasana Panitia sedang mengamankan jalannya acara. Tampak Rendi Ahmadi ( Ketua DPK) 
    Suasana Panitia di Belakang Panggung.Tampak Ketua IPMAKA sedang berlatih untuk sambutannya 
                                    Panitia yang menyempatkan berfoto di sela - sela kesibukannya
           Terlihat Guru - guru sedang menikmati ceramah yang disampaikan oleh Kyai Asep Nurdjaman
                             Afni Raisya Moderator Acara Maulid Nabi Muhammad Saw. 1437 H
                  Fadhilah Utami dan Tsaniya Zahra sedang mempersiapkan konsumsi untuk panitia
    Suasana Acara terlihat dari atas begitu banyaknya antusias warga SMA 11 Garut menikmati acara

Dan masih banyak lagi momen - momen kami bersama warga SMAN 11 Garut lainnya.

Jumat, 22 Januari 2016

Menolong Dengan Tulus Bagi Sesama

Sore hari, 20 tahun yang lalu, seorang bocah kecil mendatangi sebuah warung Tegal di pinggir jalan yang selalu ramai didatangi orang orang sekitar, Setelah menunggu lama hingga semua pelanggan keluar , barulah ia berani
masuk ke dalam dan berkata:
“Saya mau membeli sebungkus nasi putih saja, terima kasih!”
Suami istri pemilik warteg tersebut melihat bocah kecil itu sama sekali tidak memilih lauk, namun tanpa bertanya apa-apa, dia membungkus nasi putih yang cukup banyak serta memberikannya kepada dia. Pada saat bocah kecil itu membayar, ia berkata
“Apakah saya boleh menambah sedikit kuah saja dari lauk yang ada diatas nasi putih saya?”
Pemilik warung tersenyum ramah berkata: “Boleh silahkan, tidak usah bayar nak!”
Setelah mendengar bahwa kuah lauk ternyata gratis, ia segera memesan semangkuk nasi putih lagi. Pemilik warung itu berkata: “Apakah semangkuk tidak cukup nak? Kalau begitu aku tambahkan saja porsi nasinya ya..”
Bocah tersebut berkata “Oh, enggak kok buk ! Nasi yang dibungkus ini rencananya akan saja buat bekal untuk dibawa ke sekolah besok pagi.”
Pemilik warung tegal tersebut berpikir bahwa bocah kecil tersebut pastilah berasal dari keluarga yang kurang mampu serta hidup jauh dari keluarga demi menuntut ilmu.
Ia terlihat sangat berhemat dan mandiri. Pemilik warteh itu secara diam-diam menaruh 1 sendok besar lauk daging dan sebutir telur. Ia menutup semua lauk itu dengan nasi putih agar sama sekali tidak terlihat.
Istri dari pemilik warung Tegal tidak habis pikir mengapa lauk tersebut tidak ditaruh di atas nasi namun harus disembunyikan?
Pemilik warung berbisik kepada istrinya, “Jika bocah kecil itu tahu bahwa kita menambahi lauk di atas nasi putih tersebut maka bocah itu akan merasa kita sedang berbelas kasihan kepada dia dan secara tidak langsung mungkin saja kita menyakiti harga dirinya, dengan begitu dia bisa jadi sungkan untuk datang lagi kemari".
Jikalau dia akhirnya pergi ke warung lain dan hanya makan nasi putih saja, dari mana datangnya tenaga untuk belajar?”
Pada saat bocah kecil tersebut menerima sebungkus nasi yang cukup berat, dia tampak berulang kali melihat ke arah pasangan suami istri
tersebut. Pemilik warung itu dengan tersenyum lebar berkata:“Semangat yah! Sampai jumpa besok!” Dia melambaikan tangannya serta dengan jelas mengisyaratkan kepada bocah tersebut untuk datang lagi besok hari.
Mata bocah kecil itu berkaca-kaca. Sejak saat itu hampir setiap hari kecuali hari libur, dia selalu datang untuk membeli dua bungkus nasi putih. Sebungkus nasi putih selalu dijadikan bekal di sekolah keesokkan harinya. Pemilik warung tersebut dengan setia memyembunyikan lauk rahasia di dalam nasi putih yang dibelinya.
Hingga kemudian bocah ini beranjak dewasa dan lulus dari universitas, selama 20 tahun pasangan suami istri ini pun tidak pernah melihat bocah itu lagi.
SINGKAT CERITA WAKTU BERLALU …
20 TAHUN KEMUDIAN
Suatu hari, pasangan suami istri yang sudah paruh baya ini menerima surat pemberitahuan dari PEMDA untuk pembongkaran warung mereka, sebab mereka memang berjualan di tanah milik negara. Hal ini membawa kesedihan bagi sang pemilik warteg dan Istrinya sebab Dalam usia sekian dengan kehilangan sumber pemasukan, mereka menjadi sangat khawatir akan masa depan, bagaimana menghadapi keadaan ekonomi yang pasti semakin sulit? Mereka hanya dapat menangisi keadaan mereka setiap hari.
Namun suatu hari, tiba-tiba datang seorang anak muda dengan berpakaian jas menghampiri warung mereka. Dia berkata: “Apa kabar, saya adalah wakil Direktur dari perusahaan XX, Direktur kami memberi perintah kepada saya untuk meminta Anda mengelola kantin bawah gedung kantor kami, seluruh biaya peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan akan ditanggung oleh kantor kami, anda hanya perlu mengarahkan team koki untuk memasak, kemudian keuntungannya akan dibagi rata dengan perusahaan!”
Pasangan suami istri tersebut dengan ragu-ragu bertanya: “Direktur perusahaan kalian itu siapa? Kenapa begitu baik sekali terhadap kami?”
“Kalian adalah penolong bagi Direktur perusahaan kami, Direktur perusahaan kami suka sekali makan lauk telur dan daging masakan kalian. Saya hanya mengetahui itu saja, untuk selebihnya kalian dapat menanyakannya langsung kepadanya!”
Ternyata Direktur itu adalah sang bocah cilik 20 tahun yang lalu setiap hari datang hanya membeli sebungkus nasi putih. Setelah lewat 20 tahun dia mulai membuka usahanya dan berhasil mendirikan sebuah perusahaan. Sekarang dia membalas budi kepada pasangan suami istri ini !
Mari kita Petik Pelajaran dari Kisah diatas,,,
Menolong dengan Tulus bagi sesama yang membutuhkan adalah hal yang Luar Biasa ! bahkan kalau perlu jangan sampai Orang yang kita tolong tahu bahwa kita menolong mereka, Tapi berharaplah Balasan dari Tuhan, Tuhan pasti akan membalas kebaikan yang pernah kita lakukan, Yakinlah!
Mari berdoa agar kita bisa memberi secara Ikhlas seperti pemilik warung tersebut.. dan kita mau membalas Budi orang lain seperi yg dilakukan Anak kecil tersebut…. termasuk bagi yang menyebarkan kisah Inspiratif ini, terima kasih!

Rabu, 06 Januari 2016

Doa, Mendoakan, Minta Didoakan


Doa, Mendoakan, Minta Didoakan

Tiga kata itulah yang tidak pernah bosan di ingatkan oleh Pembina kita, Pak Enang Tatang. Kalimat ini seolah-olah harus menjadi pegangan wajib untuk semua anggota IPMAKA khususnya, dan untuk seluruh kaum muslimin pada umumnya. 

Bagaimana tidak, sebagimana yang disabdakan oleh Manusia Mulia Penuh Cinta Rasulullah Saw., doa itu adalah pedangnya umat muslim, dengan doa seorang hamba bisa langsung berinteraksi dengan Sang Penciftanya, yaitu Allah Aza Wajala. Kalo kata Pak Enang Tatang mah SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) namanya teh .

Sungguh luar biasanya kekuatan doa ini karena dengan doa sesorang bisa mencurahkan segala keluh kesah, persoalan hidup, keinginan, serta harapannya secara langsung kepada yang Maha Mengatur Segalanya. Doa juga merupakan sumsumnya ibadah. Tidak patut rasanya bagi seorang hamba apabila dia giat dalam ibadah namun dia jarang berdoa. 

Bahkan usaha atau pekerjaan yang kita lakukan pun haruslah diiringi dengan doa, karena usaha tanpa doa itu sombong dan doa tanpa usaha itu omong kosong. Jadi tetap, doa dan usaha itu tidak bisa dipisahkan melainkan haruslah selalu berdampingan seperti sepasang sepatu, yang apabila yang satunya hilang, maka yang satunya lagi tidak akan berguna.

Mendoakan pun sangat dianjurkan bagi kita semua. Mengapa? Karena dengan kita mendoakan orang lain maka diri kitalah yang akan pertama kali memperoleh balasan dari doa itu sebelum orang yang kita doakan memperolehnya. Makanya sahabat-sahabatku fillah, janganlah kita mendoakan keburukan kepada orang lain, karena hal tersebut sama saja dengan kita menyayat tangan sendiri, bahaya sahabat-sahabatku. 

Dan yang terakhir yaitu minta didoakan, kita jangan sungkan untuk minta didoakan kepada siapaun apabila kita punya keinginan ataupun persoalan hidup. Kalau kata Pak Enang Tatang mah, kita itu tidak tahu dari mulut siapa doa itu dikabulkan, maka mintalah doa kepada siapa saja, walaupun kepada peminta-minta, karena boleh jadi dari mulut beliaulah keinginan kita dikabulkan. 

Benar sahabat, dari pada tulis status yang tidak manfaat dan tidak perlu di sosial media , lebih baik kita tuliskan keinginan kita di sosial media, supaya banyak orang yang melihat, kemudian mengamininya. Siapa tahu dari komentar-komentar merekalah do’a kita itu dikabulkan. Betul?

Irvan Daniansyah