BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2015

Dijamin! Anda Pasti Geleng-Geleng Kepala Ketika Mengikuti Test Ini


Assalamu’alaikum,
Sahabat-sahabatku, kali ini kita akan bermain  kokology. Apa itu kokolgi? Yang pasti pokonya seru deh... :D. Kokology adalah seri permainan psikologi yang menarik dan penuh kesenangan, dirancang untuk menyingkap emosi dan sifat tingkah laku seseorang, istilah populer untuk tingkah laku manusia atau respon situasional.

                 Kokology: kokoro (jepang): pikiran, semangat, perasaan + logia (yunani): ilmu). Kokology diciptakan oleh ahli psikologi Jepang, Tadahiko Nagao dan Isamu Saito. Berdasarkan prinsip-prinsip psikologi, Kokology meminta Anda untuk menjawab pertanyaan seputar topik-topik yang menghibur, kemudian menyingkapkan apa yang jawaban Anda katakan tentang Anda. Kokology menawarkan pendekatan unik terhadap penemuan diri.
Ketika dimainkan bersama orang lain, akan memberikan masukan yang bagus tentang diri Anda yang tidak pernah mereka ketahui.
Beberapa cara memainkan Kokology:
1.             Katakan hal pertama yang muncul di kepala Anda.
2.             Jangan berusaha mengira-ngira jawaban.
3.             Jujurlah dengan diri sendiri.
4.             Jangan berpikir terlalu lama atau bertanya kepada orang lain.
Oke.. langsung saja kita mulai ya sahabat-sahabat ;). Tapi sahabat-sahabat jangan dulu ngeliat jawabannya di bawah ya.Ikutin aja instruksinya, dijamin deh bakal kaget, terheran-heran dan geleng-geleng kepala kalo liat hasilnya. tapi mikirnya jangan lama-lama ya, apa yang ada di hati kamu aja tapi bukan berarti asal-asalan lho! Enjoy
!
> >
> >
Psikotest ini diambil dari email internet, diterjemahkan oleh orang tersebut dari bahasa asalnya Japanese (Jepang). Anda akan menemukan hasil yang sangat mengejutkan.
> >
> >
Cuma janji dulu!
> >
> >
JANGAN MEMBACA JAWABAN
> >
> > DIBAWAHNYA TERLEBIH DAHULU.
> >
> > IKUTI DULU INSTRUKSI YANG DIMINTA.
> >
> > BACA SATU PARAGRAF DEMI SATU PARAGRAF.
> >
> > Pertama-tama siapkan bolpen dan kertas.
> >
> > Waktu memilih nama, anda harus memilih orang yang anda kenal. Jangan terlalu banyak mikir, tulislah apa yang ada di kepala anda.
> >
> > INGAT : Maju satu paragraf per paragraf.....
> >
> >
> >
> >
> > 1. Pertama-tama tulis angka 1 sampai sebelas di kertas anda secara vertikal (atas ke bawah)
> >
> > 2. Tulis angka yang paling kamu senang (antara 1-11) disebelah angka No.1 dan 2
> >
> > 3. Tulis 2 nama orang (lawan jenis) yang kamu kenal, masing-masing di No.3 dan No.7.
> >
> > 4. Tulis 3 nama orang yang kamu kenal di No.4, 5, dan 6. Disini kamu boleh menulis nama orang di keluarga, teman, kenalan. Siapapun OK. Cuma harus yang kamu kenal!
> >
> > 5. Di no.8, 9, 10 dan 11 kamu tulis nama judul lagu yang berbeda-beda!
> >
> > 6. Terakhir, tulis kamu punya permohonan.
> >
> > (tulis permohonan kamu)
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > NAH, dibawah ini ada jawaban dari psikotest kokologynya mudah-mudahan cocok jawabannya ya J.
> >
> > 1.. Anda harus memberitahu ke orang yang anda tulis di No. 7 tentang psi kotest ini.
> >
> > 2.. Orang yang anda tulis di No.3 adalah orang yang kamu cintai.
> >
>> 3.. Orang yang anda tulis di No.7 adalah orang yang kamu suka, tetapi bertepuk sebelah tangan.
> >
> > 4.. Orang yang anda tulis di No.4 adalah orang yang anda rasa paling penting bagi anda.
> >
> > 5.. Orang yang anda tulis di No.5 adalah orang yang paling mengerti tentang anda.
> >
> > 6.. Orang yang anda tulis di No. 6 adalah orang yang membawa keberuntungan pada anda.
> >
> > 7.. Lagu yang anda tulis di no. 8 adalah lagu yang ditujukan untuk orang No.3
> >
> > 8.. Lagu yang anda tulis di no.9 adalah lagu yang ditujukan untuk orang No.7
> >
> > 9.. Lagu yang anda tulis di no.10 adalah lagu yang melukiskan apa yang ada di hati anda.
> >
> > 10.. Terakhir, lagu yang anda tulis di No.11 adalah lagu yang melukiskan hidup anda.
> >
> >
> >

> > Bagaimana  sahabat-sahabatku???? Apakah cukup jitu ??????? Jangan ketawa-tawa sendiri ya, nanti malah orang-orang yang geleng-geleng kepala dan heran-heran karena ngelihat kamu ketawa-ketawa sendiri :D. Intinya... ini hanya sekedar permainan belaka, jangan terlalu meyakininya ya, karena bisa-bisa nanti jatuh ke syirik J. Mudah-mudahan dapat menghibur ya !

Minggu, 12 April 2015

Prestasi Anak, Bukan Orang Tua

Prestasi Anak, Bukan Orang Tua
Foto Koleksi Muarif K Shiddiq
Arifhikmah - Prestasi merupakan wujud dari bakat dan kemampuan anak. Bakat adalah potensi yang ada pada anak dan dibawa sejak lahir sementara kemampuan merupakan usaha kesanggupan anak untuk melakukan sesuatu. Bahkan dan kemampuan harus diasah dan dikembangkan melalui latihan yang terus menerus supaya bisa berprestasi.
Sekolah hanya salah satu sarana saja untuk melatih dan mengembangkan bakat dan kemampuan anak. Terkadang kita menjadikan sekolah sebagai satu-satunya sarana untuk mengembangkannya. Terkadang juga kita memandang sempit terhadap prestasi yang diperoleh anak. Anak jujur, anak disiplin, anak memiliki perilaku mengesankan tidak pernah kita apresiasi sebagai sebuah bentuk prestasi.
Ketika ukuran prestasi itu nilai dan angka, anak akan merasa cemas atas hasil yang dibawah standar. Bisa jadi ia tidak memperlihatkan hasil belajar di sekolah lantaran khawatir kena semprot orang tuanya. Apa jadinya ketika orang tua menganggap anak memiliki nilai baik, sementara gurunya menganggap orang tua anak mengetahui jika anaknya memiliki kemampuan dibawah standar (ukuran nilai dan angka).
Berilah kesempatan kepada anak untuk merasakan hal-hal dibawah standar yang kita harapkan. Anak bisa jadi sudah tertekan dengan capaian nya, jangan menambah tekanan kepada anak dengan rasa marah dan kecewa. Ajak saja anak supaya menyadari hasil kerja kerasnya, dan terus beri semangat supaya berusaha lebih baik untuk mencapai prestasinya.
Perhatikan apa yang anak dapatkan dari apa yang disajikan berbagai media. Tetap memberikan kontrol terhadap segala informasi yang didapatkan anak. jangan sampai anak mengkonsumsi semua informasi dari media yang ia dapatkan. Bisa jadi ada informasi yang sebetulnya belum perlu untuk dia peroleh. Bisa jadi semua informasi yang diperolehnya malah membingungkan anak, bukan malah mendorongnya untuk mencapai prestasinya. Termasuk juga pengaruh informasi dari lingkungan pergaulan anak.
Sekolah juga harus berperan dalam mendukung anak bisa berprestasi. Jangan sampai anak hanya mendapatkan kesan rutinitas kewajiban saja untuk bersekolah. Sekolah juga berusaha mungkin menyediakan ruang apresiasi terhadap semua potensi anak yang selama ini dominan hanya terhadap aspek intelektual, seni dan oleh raga.
Orang tua harus memahami anak sebagai sosok yang utuh, sosok yang unik, sosok yang memiliki kemampuan. Terkadang ukuran prestasi itu hanya pada yang nampak dari kemampuan intelektual, menjadi juara kelas, juara olimpiade, dst. Orang tua semestinya menyadari bahwa sebagai pribadi yang utuh, anak memiliki berbagai potensi yang bisa kita apresiasi. Anak juga harus diberi kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Jangan memaksakan keinginan kita terhadap anak.
Prestasi anak bukanlah prestasi untuk orang tuanya sehingga orang tua memaksakan keinginannya. Biarkan ia tetap menjadi prestasi anak yang dengannya anak bisa berusaha untuk mencapai prestasi sesuai keinginannya. Tugas kita hanya memberikan arahan dan koreksi atas keinginan dan usaha yang telah dilakukan anak.

Inspirasi: Psikologi Anak dan Pendidikan, Kumpulan tulisan ulang Zainul Muttaqin dari berbagai sumber.