BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Sirah Nabawiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sirah Nabawiyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2015

Tutur Kata Rasulullah


Rasulullah Saw.
Sahabat-sahabatku fillah,

Setelah sebelumnya membahas beberapa sifat Rasulullah Saw. . Sekarang kita akan membahas tutur kata dan cara berbicara beliau. Sebelumnya, marilah kita simak penuturan 'Aisyah radhiyallahu anha:
"Rasulullah tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan
yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya." (HR. Abu Daud)

Beliau adalah seorang yang rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang jika perkataannya dapat dipahami. Di antara bentuk kepedulian beliau terhadap umat ialah dengan memperhatikan tingkatan-tingkatan intelektualitas dan pemahaman mereka di dalam berkomunikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang sangat penyantun lagi sabar. Diriwayatkan dari 'Aiysah radhiyallahu 'anha bahwa ia berkata:
"Tutur kata Rasulullah sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehing-ga mudah dipahami oleh orang yang mendengar-kannya." (HR. Abu Daud)

Cobalah perhatikan kelemahlembutan dan keluasan hati Rasulullah , beliau sudi mengulangi perkataan agar dapat dipahami! Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengungkapkan kepada kita:
"Rasulullah sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami." (HR. Al-Bukhari)

Rasulullah selalu berlaku lemah lembut kepada orang lain. Dengan sikap seperti itulah orang-orang menjadi takut, segan serta hormat kepada beliau!
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu ia berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah . Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah berkata kepadanya:
"Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng." (HR. Ibnu Majah)


Subhanallah, itulah tutur kata Rasulullah Saw., sungguh indah dan sungguh menentramkan hati walaupun kita tidak bertemu secara langsung, dan hanya mengetahuinya lewat tutur kata para Sahabat. Semoga dapat menginspirasi kita semua :). Aamiin.

Selasa, 05 Mei 2015

Sifat-sifat Rasulullah

sifat rasulullah
Salah Satu sifat Rasulullah Saw.
Sahabat-sahabatku fillah,
Tibalah kita di depan rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kita ketuk pintu rumah Beliau untuk meminta izin. Marilah kita layangkan perhatian kepada sahabat yang melihat langsung Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ia akan menceritakannya
kepada kita seolah-olah kita melihat beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Agar kita dapat mengenal ciri fisik beliau yang mulia serta wajah beliau yang penuh senyum.

Al-Bara' bin 'Azib radhiyallah 'anhu menuturkan:
"Rasulullah adalah seorang yang sangat tampan wajahnya, sangat luhur budi pekertinya, beliau tidak terlalu jangkung dan tidak pula terlalu pendek." (HR. Al-Bukhari)

Masih dari Al Bara' radhiyallah 'anhu ia berkata:
"Rasulullah memiliki dada yang bidang dan lebar, beliau memiliki rambut yang terurai sam-pai ke cuping telinga(bagian bawah telinga), saya pernah menyaksikan beliau
 mengenakan pakaian berwarna merah, belum pernah saya melihat sesuatu yang lebih indah daripada itu." (HR. Al- Bukhari)

Abu Ishaq As-Sabi'i berkata:
"Seseorang pernah bertanya kepada Al-Bara' bin 'Azib radhiyallah 'anhu: "Apakah wajah Rasulullah lancip seperti sebilah pedang?" ia menjawab: "Tidak, bahkan bulat bagaikan rembulan!" (HR. Al-Bukhari)

Anas bin Malik radhiyallah 'anhu mengungkapkan:
"Belum pernah tanganku menyentuh kain sutra yang lebih lembut daripada telapak tangan Rasulullah . Dan belum pernah aku mencium wewangian yang lebih harum daripada
aroma Rasululla" (Muttafaq 'alaih)

Di antara sifat beliau adalah "pemalu", sampai-sampai Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallah 'anhu
mengatakan:
"Rasulullah itu lebih pemalu daripada gadis dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai sesuatu, niscaya kami dapat mengetahui ketidak sukaan beliau itu dari wajahnya." (HR. Al-Bukhari)

Demikianlah beberapa sifat dan budi pekerti Rasulullah. Itu hanya sebagian saja, dan masih banyak sifat-saifat beliau yang tidak bisa dituliskannya semuanya disini. Semoga kita semua bisa meneladaninya budi perketi luhur beliau dalam kehidupan kita sehari-hari. Aamiin Allahuma ammin !





Perjalanan Yang Menyenangkan : Berkunjung ke rumah Rasulullah Saw.

Sahabat-sahabatku fillah,
Kita akan mengadakan perjalanan dan akan berkunjung ke rumah Rasulullah Saw. Perjalanan menuju rumah beliau dengan tujuan untuk melihat selukbeluk kehidupan dan tata krama pergaulan beliau merupakan perjalanan yang sangat diidamkan setiap orang. Terlebih lagi bila diniatkan untuk menggapai pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebuah perjalanan yang sarat ibrah dan pelajaran, penuh teladan dan panutan. Yaitu perjalanan melalui kitab-kitab dan riwayat-riwayat dari lisan para sahabat . Sebab, kita tidak dibolehkan melakukan perjalanan ke manapun (secara khusus) selain ke tiga masjid, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah dalam hadits:

"Janganlah mengadakan perjalanan (secara khusus) kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi), dan Masjidil Aqsha." (Muttafaq 'alaih)

Kita wajib mentaati perintah Rasulullah dengan tidak mengadakan perjalanan secara khusus kecuali ke tiga masjid tersebut. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengatakan:

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (Al-Hasyr: 7)

Kita tidak boleh melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah peninggalan Rasulullah , Ibnu Wadhdhah rahimahullah berkata:  "Umar radhiyallaahu anhu telah memerintahkan untuk menebang pohon tempat Rasulullah di bai'at, sebab orang-orang banyak mengunjungi pohon tersebut untuk shalat di sana. Umar radhiyallaahu anhu khawatir mereka terfitnah (tersesat jatuh ke dalam dosa syirik)." (Kisah tersebut dapat dilihat dalam Shahih Bukhari dan Muslim).

Ibnu Taimiyah rahimahullah memberikan komentar mengenai kunjungan ke gua Hira':
"Sebelum diangkat menjadi rasul, beliau sering menyendiri untuk beribadah di sana. Dan di sanalah pertama sekali wahyu diturunkan kepada beliau. Akan tetapi setelah itu beliau tidak pernah sama sekali mengunjunginya bahkan tidak pernah mendekatinya. Demikian pula sahabat-sahabat beliau . Beliau menetap di kota Makkah selama lebih kurang sepuluh tahun, namun tidak pernah sekalipun beliau mengunjunginya lagi atau mendaki ke atasnya. Demikian pula kaum mu'minin yang menetap bersama beliau di kota Makkah. Setelah beliau berhijrah ke Madinah, beliau berkali-kali memasuki kota Makkah, seperti pada saat menunaikan Umrah Hudaibiyah, saat penaklukan kota Makkah, dimana beliau berdiam selama dua puluh hari di sana, pada saat menunaikan Umrah Ji'ranah, namun beliau tidak pernah mendatangi gua Hira' atau mengunjunginya….."
(Lihat Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah XXVII / hal 251).

Sekarang kita akan mengunjungi Kota Al- Madinah An-Nabawiyyah, bangunannya mulai terlihat di hadapan kita. Itulah gunung Uhud, yang dikatakan Rasulullah :

"Gunung ini mencintai kami dan kami pun mencintainya" (Muttafaq 'alaih)

Sebelum memasuki kediaman Rasulullah , marilah kita lihat sejenak bentuk bangunannya. Janganlah terperanjat bila kita hanya menyaksikan sebuah bangunan kecil dengan tempat tidur yang sangat sederhana. Sebab Rasulullah adalah seorang yang sangat zuhud terhadap dunia. Beliau tidaklah menolehkan pandangan kepada kemewahan dan gemerlap harta benda dunia. Namun yang menjadi penyejuk mata hati beliau hanyalah ibadah shalat. (Sebagaimana yang disebutkan dalam HR. An-Nasaai)

Beliau berkomentar tentang dunia sebagai berikut:
"Apa artinya dunia bagiku! Kehadiranku di dunia hanyalah bagaikan seorang pengelana yang tengah berjalan di panas terik matahari, lalu berteduh di bawah naungan pohon beberapa saat, kemudian segera meninggalkannya untuk kembali melanjutkan perjalanan." (HR. At-Tirmidzi)

Sekarang kita sedang berjalan menuju kediaman beliau seraya mengayunkan langkah di jalan-jalan kota Madinah. Itulah kamar-kamar istri beliau mulai tampak. Kamar sederhana yang dibangun dari pelepah kurma dan polesan tanah, sebagian lagi dengan batu yang ditata sedemikian rupa, sementara bagian atasnya dipayungi dengan atap dari pelepah kurma. Al-Hasan mengisahkan kepada kita: "Aku pernah masuk ke dalam rumah-rumah istri Rasulullah pada masa khilafah Utsman bin 'Affan radhiallaahu anhu. Langit-langit rumah tersebut dapat aku jangkau dengan tanganku."  (Lihat Ath-Thabaqat Al-Kubra karangan Ibnu Sa'ad I/hal 499 & 501, lihat juga kitab As-Sirah An-Nabawiyyah II/hal 274 karangan Ibnu Katsir)


Sungguh kediaman beliau adalah rumah yang sangat sederhana dengan beberapa kamar yang kecil. Akan tetapi penuh dengan cahaya keimanan dan ketaatan, sarat dengan wahyu dan risalah ilahi!

Muqadimmah Sirah (Peri Kehidupan) Rasulullah


Rasulullah Saw
By Deposit photos
Sahabat-sahabatku fillah,
Mayoritas kaum muslimin pada saat ini terjebak di antara dua sikap yang kontradiktif  terhadap Rasulullah . Ada yang bersikap berlebih-lebihan hingga terseret ke dalam perbuatan syirik, seperti memohon kepada Beliau atau beristighatsah kepadanya. Dan ada pula yang memandang remeh kedudukan beliau selaku utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala, pada akhirnya ia berani melanggar petunjuk Beliau, tidak meneladani sirah (peri kehidupan) beliau, dan tidak pula menjadikannya sebagai pelita kehidupan serta rambu perjalanan.
Kehidupan Rasulullah adalah kehidupan yang penuh teladan bagi umat, acuan dakwah sekaligus sebagai pedoman hidup. Beliau adalah teladan dalam ketaatan, dalam beribadah dan berakhlak yang mulia. Teladan dalam bermuamalah yang baik serta teladan dalam menjaga kehormatan dan kemuliaan. Cukuplah pujian Allah atas beliau sebagai buktinya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:

"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudipekerti yang agung." (Al-Qalam 4)

            Ahlus Sunnah wal Jamaah menempatkan Rasulullah Saw. pada kedudukan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada beliau, yaitu sebagai hamba Allah dan Rasul-Nya. Ahlus Sunnah Wal Jamaah tidaklah berlebih-lebihan dalam menyanjung Rasulullah . Kedudukan yang telah diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala sudah cukup untuk menunjukkan ketinggian derajat beliau. Kita, sebagai Ahlu Sunnah, wajib berjalan di atas prinsip tersebut, kita tidak boleh mengada-adakan perbuatan bid'ah, karena hal tersebut dapat menjadi dosa yang besar bagi kita. Namun manifestasi cinta kita kepada Beliau ialah dengan mentaati perintah beliau, serta menjauhkan diri dari segala yang dilarang dan dibencinya. Dalam sebuah syair dituturkan:

Yang harus kita maklumi beliau hanyalah seorang manusia biasa.

Disamping beliau adalah hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala yang terbaik.

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengistimewakan beliau dengan stem-pel putih kenabian.
Bagaikan cahaya yang terang bersinar.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menyertakan nama beliau dengan asma-Nya.

Saat muazzin mengumandangkan azan lima kali sehari semalam dengan bersyahadat.

Hingga nama beliau dipetik dari nama-Nya sebagai penghormatan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala, pemilik 'Arsy adalah Yang Maha Terpuji,

Sementara beliau adalah yang terpuji.

Meskipun kita tidak sempat menyaksikan beliau secara langsung di dunia, karena terpisah ruang dan waktu, namun kita tidak akan bosan memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala semoga kita termasuk orang-orang yang disebutkan Rasulullah dalam sabdanya:

"Betapa ingin aku bertemu dengan saudara-sauda-raku!" Para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?" Rasulullah menjawab: "Kamu sekalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku adalah generasi yang belum lagi muncul." "Wahai Rasu-lullah, bagaimanakah engkau dapat mengenali suatu generasi dari umatmu yang belum lagi muncul?" tanya sahabat. Beliau menjawab: "Bagai-manakah menurutmu, bila seseorang memiliki seekor kuda yang putih kepala dan kakinya di antara kuda-kuda yang hitam legam, bukankah dia dapat mengenali kudanya?" "Tentu saja wahai Rasulullah!" jawab mereka. "Sungguh, mereka akan datang dengan warna putih bercahaya pada wajah dan tubuh mereka disebabkan air wudhu'. Dan akulah yang akan mendahului mereka tiba di telaga (Al-Kautsar)!" jawab beliau." (HR. Muslim)

Subhanallah... Beliau rindu pada kita semua sahabat-sahabatku fillah, bahkan yang masih diingat ketika Beliau di penghujung hayatnya adalah umaty.. umaty.. umaty... (Umatku.. umatku.. umatku). Beliau tidak memikirkan harta, keluarga, jabatan, dan yang lainnya, yang Beliau pikirkan hanyalah nasib umatnya, yaitu kita semua, ya kita semua sahabat-sahabatku fillah. Sudah sepatutnya bagi kita semua untuk menjadikan Beliau sebagai idola yang kita tiru segala perilaku kehidupannya.
Marilah kita telusuri kembali kurun yang telah berlalu. Membuka lembaran-lembaran masa silam. Membaca dan memperhatikan dengan seksama kisah-kisahnya. Mulai saat ini dan beberapa waktu ke depan, kita akan posting mengenai sirah Rasulullah Saw. di blog ini. Kita akan mengadakan kunjungan istimewa, mengunjungi Rasulullah di rumah beliau melalui untaian kata dan kalimat. Singgah di rumah beliau barang sehari saja. Melihat-lihat keadaan rumah beliau serta beberapa kisah tentangnya. Guna mengambil pelajaran dan ibrah yang akan menjadi pelita dalam amal perbuatan kita.
Seiring dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan akhir-akhir ini, literatur-literatur yang di baca kaum muslimin pun semakin banyak. Mereka dengan mudah dapat mengunjungi Timur dan Barat melalui buku-buku dan tulisan-tulisan, melalui film-film dan berbagai referensi lainnya. Padahal, sebenarnya kita lebih berhak mengadakan kunjungan syar'i ke rumah Rasulullah daripada mereka. Untuk melihat keadaannya, kemudian bersungguh-sungguh meneladani apa yang kita lihat dan dengar tentangnya. Namun disebabkan terbatasnya kesempatan, kita hanya menyorot beberapa keutamaan di rumah beliau , mudah-mudahan kita dapat mendidik diri kita untuk dapat menerapkannya di rumah masing-masing.

Sahabat-sahabatku fillah,
Tujuan kita membuka lembaran masa silam bukanlah hanya untuk menikmati atau melihat-lihat kisah-kisah yang sudah berlalu. Namun tujuan kita yang hakiki adalah menjadikannya sebagai wasilah untuk beribadah kepada Allah . Dengan membaca sirah (sejarah hidup) Nabi diharapkan kita dapat mengikuti sunnah beliau dan berjalan di atas manhaj (pedoman) beliau. Sebagai bentuk ketaatan kita kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala yaitu kewajiban mencintai Rasulullah . Di antara tanda-tanda kecintaan kepada Rasulullah ialah mentaati perintah beliau dan menjauhi segala yang dilarang dan dibencinya. Serta menjadikan beliau sebagai teladan dan panutan.

Mengenai hal itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang." (Ali Imran: 31)

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan banyak menyebut Allah." (Al-Ahzab: 21)

Rasulullah sendiri menegaskan bahwa mencintai beliau termasuk salah satu sebab mendapatkan manisnya iman. Beliau bersabda:
"Ada tiga perkara, bila terkumpul pada diri seseorang, ia pasti mendapatkan manisnya iman; Hendaklah Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya …" (Muttafaq 'alaih)

dalam hadits lain beliau bersabda:
"Demi Dzat Yang jiwaku berada di Tangan-Nya, Tidak akan sempurna keimanan seseorang hingga ia menjadikan aku yang lebih dicintainya daripada orangtua dan anak-anaknya sendiri." (HR. Muslim)

Sirah Rasulullah adalah sirah yang sangat menakjubkan. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita petik dan petunjuk yang dapat kita teladani darinya. Yuk sahabat-sahabat fillah... kita kenali lebih jauh lagi tentang beliau, Rasulullah Saw. :), semoga kita semua termasuk golongan umat Beliau yang nanti pada hari kiamat mendapat syafaatnya dari Beliau. Aamiin Allahuma Aamiin.